Sitim (Part II)

Saudara yang terkasih, saya akan melanjutkan kotbah tentang Sitim. Kita semua sudah tahu bahwa secara rohani kita dan gereja ini telah sampai di Sitim. Di Sitim akan terjadi perubahan-perubahan termasuk juga perubahan pemimpin-pemimpin. Perubahan-perubahan ini terjadi karena kita akan naik ke €˜next level€™, untuk itu akan ada banyak ujian, peperangan dan halangan. Tetapi kabar baik buat kita semua untuk tidak takut jika masalah semakin banyak karena sesungguhnya kita sudah hampir masuk tujuan. Didalam kitab Yosua 2 diceritakan bahwa Yosua mengirim pengintai-pengintai. Kitapun akan mengirim banyak €˜pengintai-pengintai€™ untuk mengintai city! Saudaralah pengintai-pengintai itu dimanapun saudara tinggal, sekolah atau bekerja, saudara akan menjadi pengintai-pengintainya Allah untuk mengintai city of Sydney dan merebut kota ini bagi Kristus!

Apa yang terjadi selanjutnya di Sitim? Bil 25:3-5, di Sitim bangsa Israel mulai berzinah dengan perempuan-perempuan Moab dan menyembah Baal-Peor. Di Sitim terjadi penyimpangan! Baal-Peor berarti “the Lord of opening”. Ayat 4 menjelaskan firman Tuhan setelah Ia murka melihat tindakan bangsa Israel, “Tangkaplah semua orang yang mengepalai bangsa itu dan gantunglah mereka dihadapan Tuhan di tempat terang, supaya murka Tuhan yang bernyala-nyala itu surut dari pada Israel.” Lalu berkatalah Musa kepada hakim-hakim Israel: “Baiklah masing-masing kamu membunuh orang-orangnya yang telah berpapasan dengan Baal-Peor.” Kita lihat begitu tegas sikap Tuhan atas penyelewengan yang dilakukan bangsa Israel. Saudara, penghakiman Tuhan itu dimulai dari rumah Tuhan, yaitu gereja Tuhan, anak-anak Tuhan. Akan ada masanya dimana orang-orang berdosa akan di €˜expose€™ dan dibunuh oleh Tuhan! Coba pikirkan ini: “Mengapa orang takut jika bertemu polisi?” karena mereka berbuat salah, betul tidak? Penghakiman Tuhan tidak akan menakutkan orang-orang yang hidupnya didalam kebenaran. Musa pernah berbuat salah, karena ia tidak mengetok batu karang yang seharusnya cuma diucapkan saja supaya airnya keluar, maka Musa tidak diperbolehkan Tuhan masuk ke tanah perjajian. Secara rohani artinya batu karang itu adalah Yesus dan batu yang diketok adalah Yesus yang disalib. Batu itu seharusnya hanya satu kali diketok artinya Yesus disalib hanya satu kali saja. Jangan kita menyalibkan Kristus untuk kedua kalinya. Orang Kristen kadang lebih kejam dari orang dunia.

Ayat 6 dari Bilangan 25 berkata, “Kebetulan (indeed) datanglah salah seorang Israel membawa seorang perempuan Midian kepada sanak saudaranya dengan dilihat Musa dan segenap umat Israel yang sedang bertangis-tangisan didepan pintu Kemah Pertemuan.” Kata kebetulan itu seharusnya “indeed” artinya pasti! Jadi Tuhan membongkar dosa secara pasti dan bukan kebetulan. Tetaplah berdoa dan Allah akan menjawab, mujisat akan datang! Ayat 7, “Ketika hal itu dilihat oleh Pinehas, anak Eleazar, anak imam Harun, bangunlah ia dari tengah-tengah umat itu dan mengambil sebuah tombak ditangannya, mengejar orang Israel itu sampai ke ruang tengah, dan menikam mereka berdua, yakni orang Israel dan perempuan itu, pada perutnya. Maka berhentilah tulah itu menimpa orang Israel.” Arti Pinehas adalah mulut yang penuh belas kasihan, Eliezer adalah Allah penolongku, dan Harun adalah pembawa terang. Jika kita gabungkan arti nama ini menjadi mulut yang penuh belas kasihan dengan pertolongan Tuhan akan membawa terang. Pinehas telah bangkit melihat ketidak benaran dan ia menumpasnya dengan pertolongan Tuhan sehingga murka Tuhan akhirnya surut dari bangsa Israel. Saudara yang terkasih, tujuan dari teguran adalah untuk membawa orang itu kembali dan bertobat. Tindakan Pinehas menggambarkan ketetapan hatinya yang tidak kompromi terhadap dosa. Sama halnya dengan yang dialami Daniel didalam Dan 3:17, “Jika Allah yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami…tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu.”

Tags:
No Comments

Post A Comment