The Model Prayer

“Pada suatu kali Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya: “Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya.” Jawab Yesus kepada mereka: “Apabila kamu berdoa, katakanlah: Bapa, dikuduskanlah nama-Mu; datanglah Kerajaan-Mu.” Lukas 11:1, 2

Bagaimanakah kita berdoa kepada Tuhan? Memang benar berdoa itu adalah suatu hal yang harus kita pelajari. Murid-murid Yesus sendiri meminta kepada-Nya agar diajarkan bagaimana harus berdoa.

Jika kita melihat cara Tuhan Yesus berdoa, Ia selalu berdoa seorang diri. “Dan setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Ketika hari sudah malam, Ia sendirian di situ.” Matius 14:23

“Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana.” Markus 1:35

Bahkan di dalam Alkitab tidak pernah tercatat bahwa Yesus berdoa bersama-sama dengan murid-murid-Nya; Yesus selalu berdoa seorang diri!

Ini bukan berarti bahwa berdoa bersama-sama itu tidak penting, sebab Tuhan Yesus juga pernah berkata: “Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.” (Matius 18:20)

Yang perlu kita perhatikan di sini adalah waktu berdoa bersama kita tidak boleh menjadi pengganti waktu berdoa pribadi kita kepada Tuhan.

“Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.” Matius 6:6

Mengapa murid-murid Yesus, yang seharusnya sudah tahu cara berdoa sebab mereka adalah orang Yahudi, meminta kepada Yesus agar mengajarkan kepada mereka cara berdoa? Hal ini membuktikan bahwa doa Tuhan Yesus berbeda dengan doa orang Yahudi.

“”Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya… Lagipula dalam doamu itu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doanya akan dikabulkan.” Matius 6:5, 7

Di dalam doa, biarlah kita tidak munafik dan bertele-tele. Be as you are!

Doa yang Tuhan Yesus ajarkan adalah suatu pola atau model doa, dan bukan suatu doa yang harus kita ucapkan berulang-ulang kali.

Hal lain yang dapat kita perhatikan dalam doa Tuhan Yesus adalah penggunaan kata kita atau kami. Tuhan Yesus tidak memakai kata €˜saya€™ di dalam doa-Nya. Hal ini mengajarkan kepada kita bahwa doa bukanlah suatu hal yang egois di mana kita dapat meminta segalanya bagi diri kita sendiri. Doa adalah bagi kepentingan orang lain.

“Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu” Matius 6:9

Kata €˜Bapa€™ di dalam doa Tuhan Yesus tidak berbicara soal jenis kelamin, tetapi soal fungsi seorang Bapa, yaitu sebagai suatu sumber.

Kalimat pembuka €˜Bapa kami yang di sorga€™ adalah suatu kalimat penting yang mengatakan bahwa Bapa kita bukan dari bumi dan karena itu Ia tidak mempunyai limitasi dan masalah seperti kita di bumi. Hal ini membuat Bapa mampu menjadi sumber atas segala kebutuhan kita.

Ingatlah bahwa saat kita berdoa untuk orang lain, maka Bapa kita juga akan mencukupi kebutuan kita.

Tags:
No Comments

Post A Comment