Tuhan Memikirkan Kita

Dalam kitab Kejadian di dalam Firman Tuhan, diceritakan bahwa Abraham selalu ada dalam pikiran Tuhan. Bukan hanya itu saja, Tuhan juga memberitahukan kepada Abraham tentang rahasia-rahasia-Nya. Apakah kita ada dalam pikiran Tuhan? Apakah kita tahu akan rahasia-rahasia Tuhan? Hari ini kita mau belajar bersama-sama tentang kehidupan Abraham yang hidup dekat dengan Allah.

Bagaimankah gaya hidup Abraham itu?

1. Suka membuat mezbah bagi Allah.
“Kemudian ia pindah dari situ ke pegunungan di sebelah timur Betel di sebelah barat dan Ai di sebelah timur, lalu ia mendirikan di situ mezbah bagi Tuhan dan memanggil nama Tuhan” (Kejadian 12: 8). Abraham membangun mezbah dan senang menyembah Allah, sebab hal itu menyenangkan hati Tuhan.

2. Memanggil nama Tuhan. Di dalam Kejadian 12: 8 dikatakan juga bahwa Abraham (pada waktu itu masih bernama Abram) memanggil nama Tuhan. Apakah kita mengandalkan Tuhan, dan menyerukan nama-Nya di dalam hidup kita?

Tahukan saudara bahwa perkataan kita itu berkuasa? Apa yang kita ucapkan di hadapan Tuhan, itulah yang akan Ia kerjakan. “Katakanlah kepada mereka: Demi Aku yang hidup, demikianlah firman Tuhan, bahwasanya seperti yang kamu katakan di hadapan-Ku, demikianlah akan Kulakukan kepadamu” (Bilangan 14: 28).

3. Percaya kepada Tuhan. “Lalu percayalah Abram kepada Tuhan, maka Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran” (Kejadian 15: 6). Apapun yang Tuhan katakan Abraham lakukan, apapun yang Tuhan janjikan kepadanya, ia percaya pada janji-janji-Nya.

4. Suka berjalan bersama dengan Tuhan. Abraham suka berjalan dengan Tuhan. Maka Tuhan membukakan rahasia-rahasia-Nya kepada Abraham. (Kejadian 18: 16-19).

Jikalau kita mau ada di dalam pikiran Tuhan, marilah kita contoh gaya hidup Abraham. Ketika Abraham disuruh pergi dengan Tuhan, ia melangkah bersama-Nya dengan iman. Rahasia-rahasia-Nya dibukakan kepada Abraham (orang-orang di dunia sering beranggapan ini adalah suatu “instinct”).

Tuhan peduli akan setiap kita! “Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu? Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya? Dan mengapa engkau kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal, namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu. Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?” (Matius 6: 26-30).

Marilah setiap kita mau menaruh kepercayaan dan pengharapan kita senantiasa kepada Tuhan. “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan” (Yeremia 29: 11).

Tags:
No Comments

Post A Comment