Tujuh Berkat Paskah (Part II)

Minggu lalu kita sudah bersama-sama melihat tentang ke tujuh berkat Paskah secara singkat, dan juga berkat yang pertama secara menyeluruh. Berkat Paskah yang pertama tercatat di dalam Keluaran 23: 20 “Sesungguhnya Aku mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu, untuk melindungi engkau di jalan dan untuk membawa engkau ke tempat yang telah Kusediakan.”

Dan hari ini kita akan melihat berkat yang kedua, yaitu pembelaan Tuhan atas kita di hadapan lawan-lawan kita.

“Tetapi jika engkau sungguh-sungguh mendengarkan perkataannya, dan melakukan segala yang Kufirmankan, maka Aku akan memusuhi musuhmu, dan melawan lawanmu.” Keluaran 23:22

Tuhan berkata bahwa musuh dan lawan kita akan menjadi lawan Tuhan juga. Dengan kata lain, Tuhan akan menjadi “backing” kita, untuk itu tidak ada lagi yang perlu kita takuti.

“Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman itu TUHAN menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, membuat laut itu menjadi tanah kering; maka terbelahlah air itu. Demikianlah orang Israel berjalan dari tengah-tengah laut di tempat kering; sedang di kiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka.” Keluaran 14:21-22

Di ayat-ayat yang sudah kita baca, kita dapat melihat bagaimana Tuhan mengeluarkan bangsa Israel dari Mesir melalui yang namanya Paskah. Dan sewaktu kita merayakan Paskah dengan benar maka Tuhan juga akan mengeluarkan cara-cara Mesir dari hidup kita, yaitu cara-cara dan keinginan daging.

Tuhan menyuruh bangsa Israel untuk menyembelih lembu agar dipersembahkan kepada-Nya. Lembu itu adalah bintang yang disembah oleh bangsa Mesir; begitu juga dengan kehidupan kita sekarang ini, apa yang dunia sembah, seperti uang, pangkat, jabatan, dan kehormatan, biarlah semuanya itu juga kita persembahkan kepada Tuhan.

Masalah memang akan tetap terjadi di dalam hidup kita, namun Tuhan akan mengadakan mujizat di tengah-tengah masalah yang kita alami. Bukan hanya itu, tetapi Tuhan juga akan memusuhi musuh-musuh dan lawan kita.

Di dalam kitab Hakim-hakim 7, dicertikan tentang Gideon dan ke-300 laskarnya yang Tuhan pilih untuk melawan musuh yang banyaknya tidak terhitung. Wajar saja bagi Gideon untuk takut karena jumlah laskar yang begitu tidak seimbang.

Orang yang berjalan bersama dengan Tuhan mungkin saja takut, tetapi bukan berarti pengecut; ini adalah dua hal yang berbeda.

Sewaktu ingin maju berperang, Tuhan memerintahkan Gideon dan para prajuritnya untuk membawa buyung, bukan senjata. Kadang cara Tuhan memang dianggap gila oleh dunia. Ingatkah saudara bagaimana Tuhan menyuruh bangsa Israel yang dipimpin oleh Yosua sewaktu mereka merubuhkan benteng Yerikho? Tidak masuk di akal!

Jika kita terus membaca Hakim-hakim 7, kita dapat membaca bagaimana Tuhan yang berperang melawan musuh-musuh Gideon: “Lalu Gideon dan keseratus orang yang bersama-sama dengan dia sampai ke ujung perkemahan itu pada waktu permulaan giliran jaga tengah malam, ketika penjaga-penjaga baru saja ditempatkan. Lalu mereka meniup sangkakala sambil memecahkan buyung yang di tangan mereka. Demikianlah ketiga pasukan itu bersama-sama meniup sangkakala, dan memecahkan buyung dengan memegang obor di tangan kirinya dan sangkakala di tangan kanannya untuk ditiup, serta berseru: “Pedang demi TUHAN dan demi Gideon!” Sementara itu tinggallah mereka berdiri, masing-masing di tempatnya, sekeliling perkemahan itu, tetapi seluruh tentara musuh menjadi kacau balau, berteriak-teriak dan melarikan diri. Sedang ketiga ratus orang itu meniup sangkakala, maka di perkemahan itu TUHAN membuat pedang yang seorang diarahkan kepada yang lain, lalu larilah tentara itu sampai ke Bet-Sita ke arah Zerera sampai ke pinggir Abel-Mehola dekat Tabat.” (ayat 19-22)

Raja Daud tidak perlu membunuh lawan-lawan-nya, seperti Saul dan Absalom. Daud bahkan rela jabatannya sebagai raja untuk diambil dan tidak bertindak apa-apa walaupun dia diberikan kesempatan untuk melakukanya; Tuhan lah yang bertindak bagi Daud! Sebab lawan Daud telah menjadi lawan Tuhan juga!

Di dalam Injil Lukas kita juga dapat membaca bagaimana Tuhan memberikan murid-murid-Nya hak-hak kerajaan saat mereka melakukan Paskah.

“Dan Aku menentukan hak-hak Kerajaan bagi kamu, sama seperti Bapa-Ku menentukannya bagi-Ku, bahwa kamu akan makan dan minum semeja dengan Aku di dalam Kerajaan-Ku dan kamu akan duduk di atas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel.” (Lukas 22:29-30)

Tags:
No Comments

Post A Comment