Emotionally Healthy Kingdom

“Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita.” 1 Tesalonika 5:23

Setiap manusia terdiri dari tiga bagian, yaitu tubuh, jiwa dan roh. Mujizat terbesar bagi seorang manusia adalah ketika dia menerima Kristus dan rohnya diselamatkan. Setelah itu banyak juga mujizat lainnya yang berhubungan dengan kesembuhan tubuh. Lalu bagaimana dengan kesehatan atas bagian ketiga tubuh manusia yaitu kesehatan jiwa?

Menurut suatu riset yang dilakukan oleh para dokter-dokter ahli di Amerika, penyakit kanker banyak disebabkan oleh jiwa yang tidak sehat.

Di Amerika ada suatu pendeta yang khusus melayani di dalam pelayanan pernikahan, dan ia sudah melayani sebanyak 11,000 pasangan yang tidak menjadi cerai karena pelayanannya. Namun pada akhirnya pendeta ini sendiri bercerai dan menikah lagi dengan seorang wanita yang lebih muda. Istrinya yang pertama berkata bahwa pendeta ini tidak mempraktekkan apa yang dia ajarkan di dalam rumah tangganya sendiri. Mengapa bisa demikian?

Biarlah setiap kita sehat secara menyeluruh, sehat dalam tubuh, jiwa dan roh.

Bagaimana kita dapat memiliki emosi yang sehat?

“Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.” Yakobus 5:16

Supaya kita sehat dalam emosi, kita harus belajar terbuka; saling mengaku kelemahan dan kekurangankepada sesama kita dan juga kepada Tuhan.

Kita tidak perlu “ja-im” atau jaga image. Yesus saja berani menangis di depan banyak orang di kubur Lazarus. Dan Yesus juga pernah marah. Marah itu boleh, asal jangan marah terus dan menjadi seorang pemarah. Jika kita marah, biarlah marah pada waktu yang tepat. Selain itu, Tuhan Yesus juga tidak malu untuk menunjukkan saat Dia bersukacita. Biarlah kita belajar dari Yesus, dan juga dari raja Daud yang menari-nari dihadapan; janganlah kita tertutup dan “ja-im”. Sebab ini adalah salah satu tanda orang yang sehat kejiwaannya.

Hal yang kedua adalah: lepaskan pengampunan kepada orang yang bersalah kepada kita. Tuhan mengajarkan bahwa di saat kita datang mempersembahkan suatu peresembahan, dan jika kita ada kesalahan atau dendam kepada sesama kita pada waktu itu, biarlah kita tinggalkan persembahan itu dan mintalah ampun dan juga lepaskan pengampunan dahulu, barulah kita kembali datang untuk menyembah Tuhan.

Kita diijinkan Tuhan untuk dilukai dan disakiti supaya kita mempraktekkan Firman Tuhan. Kita boleh terluka, tetapi janganlah biarkan luka itu menguasai hidup kita. Lepaskan pengampunan!

Jika Tuhan berfirman kepada kita untuk mengampuni itu berarti kita sanggup melakukannya.

Hal ketiga: patahkanlah dosa generasi atas hidup kita. Dosa generasi itu akan semakin buruk dan mengalami degradasi jika tidak dipatahkan. Contohnya, tercatat Abraham berbohong atas istrinya sebanyak satu kali, dan anaknya Ishak berbohong atas hal yang sama sebanyak dua kali, dan anak Ishak, Yakub dikenal sebagai seorang penipu. Dan anak dari Yakub, yaitu kedua belas suku Israel, sepuluh suku diantaranya adalah pendusta. Contoh lain adalah raja Daud yang berzinah, anakanya Absalom dan Amnon keduanya juga berzinah. Dan Salomo anak Daud memilik sebanyak tujuh ratus istri dan tiga ratus gundik.

Apakah kita memiliki nenek moyang yang penyembah berhala, penjudi, berselingkuh, dll? Semuanya ini haruslah diputuskan supaya tidak terjadi dalam hidup kita.

Hal keempat: hiduplah dalam sukacita. Rejoice always, because the joy of the Lord is my strength.

Sukacita itu adalah suatu pilihan! Untuk itu kita perlu mengambil keputusan untuk hidup dalam sukacita. Dan kita akan menikmati hidup yang berkemenangan.

Tags:
No Comments

Post A Comment