Kesetiaan Tuhan

“Sebab itu haruslah kauketahui, bahwa TUHAN, Allahmu, Dialah Allah, Allah yang setia, yang memegang perjanjian dan kasih setia-Nya terhadap orang yang kasih kepada-Nya dan berpegang pada perintah-Nya, sampai kepada beribu-ribu keturunan,” Ulangan 7:9

Allah kita adalah Allah yang setia. Tuhan bukan setia karena kita setia, tetapi Dia setia karena memang Dia setia. Sebagai manusia, misalnya di dalam kehidupan rumah tangga sepasang suami istri, sand istri mungkin saja setia kepada suami selama suaminya setia kepadanya. Namun ketika sang suami tidak lagi setia maka si istri juga tidak akan setia. Bukanlah demikian kesetiaan Tuhan kita; Dia tetap setia walaupun kita tidak setia kepada-Nya.

2 Timotius 2:13 berkata demikian tentang Tuhan kita: “jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya.”

Kita adalah umat yang dipilih oleh Tuhan, oleh sebab itu Dia tidak akan meninggalkan kita. Kita adalah umat kesayangan-Nya. Allah kita adalah Allah yang setia (Ibrani: El HaNe’eman). Di tengah-tengah masalah kita sekalipun, Tuhan tetap setia.

“Sebab engkaulah umat yang kudus bagi TUHAN, Allahmu; engkaulah yang dipilih oleh TUHAN, Allahmu, dari segala bangsa di atas muka bumi untuk menjadi umat kesayangan-Nya.” Ulangan 7:6

Kesetiaan Tuhan terbukti dalam cara Tuhan membereskan masalah kita. Tuhan membuktikan kesetiaan-Nya dengan membereskan masalah kita, baik itu masalah lalu kita, masalah sekarang, bahkan masalah yang akan datang sekalipun.

Di dalam Ulangan 7:1-11, konteks dari Firman Tuhan ini adalah ketika bangsa Israel berada dibawah kekuasaan Firaun. Bangsa Israel, jangankan berkeinginan untuk meninggalkan tanah Mesir, berpikiran untuk hal itu saja tidak! Memang kelihatannya sangat mustahil bagi bangsa Israel untuk bebas dari Mesir. Namun kita semua tahu bagaimana akhirnya, melalui kesetiaan Tuhan bangsa Israel akhirnya keluar dan bebas dari Mesir.

Janganlah pernah kita mengandalkan kekuatan kita sendiri. Tuhan kita adalah Allah yang setia, dan Dia akan membuktikannya dengan menyelesaikan masalah kita. Sebagai orang percaya, janganlah kita pernah stress gara-gara masalah.

Selain dari pada itu, kesetiaan Tuhan dapat terlihat dalam didikan dan ajaran-Nya kepada kita. Sebagai manusia mungkin kita sudah berkali-kali mengecewakan Tuhan, tetapi tidak sekalipun Tuhan pernah kecewa terhadap kita.

Contohnya, Petrus yang sudah berulang-ulang kali mengecewakan Yesus, tetapi Yesus tidak pernah sekalipun kecewa terhadapnya.

Ingatlah bahwa lewat ujian di dalam hiduplah maka kita akan keluar seperti emas murni.

Yang terakhir, kesetiaan Tuhan adalah dasar atas pengucapan syukur. Untuk itu, justru di dalam masalah kita harus tetap bersyukur sebab Dia adalah Allah yang setia.

“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.” Roma 8:28

Sebagai orang Kristen, kita tidak memiliki alasan untuk bersungut-sungut. Sudah terbukti bahwa Allah kita adalah Allah yang setia.

Tags:
No Comments

Post A Comment